Sabtu, 13 November 2010

10 To...

1) To a friend of mine: What I'm afraid of for many times and chances happened last night. I knew it would, but still, this ego came to lead the way. I should've not done this. Actually, not this, but these!.So from now on, I'm so sorry i won't meet you, for the sake of your own goodness.

2) To the most dangerous and fabulous woman in my world: I had a little conversation with my mom. That time, not the first time, but it would always be the beginning of the more little 'conversations'. I felt that she finally think that I'm not her little daughter anymore. We talked to each other like a woman. We talked about my future. Yes, my future. Till now, I just can't convince myself whether I have found the one or not. The conversation done with this conclusion "At least dear, you know what to do and go for it!". She smiled. Mom, you're rocks!!

3) To the shell of my happiness and sorrows: For my dad and lil' brother. I don't remember when actually I felt this way. I'm so thankful having you both. You guys made my day brighter. Dad you're soo cooperative!, Dek, why did you act like a baby brother around me?! Do you miss me that much? hahaha. I know you miss me a lot!! and I'm here. :D

4) To the books I've read: Thanks for a bunch of any inspirations I can take from you.

5) To the movies I've watched: Thanks for some energies you've delivered.

6) To the school: Thanks for making me have short nights recently.

7) To the PPL's friends: Guys! we're almost done the mission. Keep on rockin' the picket room! LOL

8) To my engineer out there: we did great job so far. Hope, this will result the best for both of us.

9) To my beloved friends (6 amazing girls, awesome DIK A'07: source of inspirations happen in an actual time and place. The future leaders! Amin.

10) To life: I'm running my own paths, a little and long path with full of guiding lights, hopefully. Keep friendly with my decisions. I still need you 'till I can reach people' happiness and pride.

Note: I did not arrange these in order. No jealousy, please. J

Runaprilia@Runateahouse.

Rabu, 11 Agustus 2010

ALHAMDULILLAH...


ALHAMDULILLAH...

Rasa bersyukur karena bisa dipertemukan kembali oleh bulan penuh berkah dan ampunan, Ramadhan. Kalo ketemu orang dengan nama Ramadhan2nya sih lumayan sering. Hehe.
Jujur, cukup merasa disayangkan rasa-rasa dulu dalam menyambut bulan ramadhan agak tidak terasa. Mungkin karena euphorianya sendiri kurang ya dari orang2 jadi kurang berasa. Kurang excited gimana gitu jadinya. But well, here it is! It is coming and we'll make it better! Have to. :D
Banyak berbuat baik maka akan semakin baik kualitas hidup dan pribadi kita. Bulan Ramadhan adalah salah satu bulan yang paling ditunggu, karena pahala serasa diobral. Serius! Gampang banget ngedapetinnya. Berbuat baiklah dan sebagaimana mestinya. Allah sendiri yang menganugerahkan pahalanya lho, so don't ever think to miss it! :D

Banyak hal baik yang dirasakan datang kembali di kehidupan saya. Hoho. Pertama, kadar kesabaran jadi naik level, padahal cuma sedikit. Eits! tapi itu perubahan. :). Kedua, toleransi. Hidup diluar zona aman a.k.a sama orang tua membuat saya harus lebih berpikir dan bertindak lebih untuk 'kita' daripada 'saya'. (Norak bgt baru ngekost pertama kali, hehe). Ketiga, beberapa hari dalam awal puasa ini bakal dihabiskan sama keluarga, bikin kangen! Sholat maghrib berjama'ah disambung sholat isya dan tarawih. I'll miss this moment kalo udah pindah ke camp perjuangan (kostan-red). Keempat, tadarusan lagi. Alhamdulillah. Sudah berapa lamakah saya tidak menyentuh dan membaca kitab suci itu?! Ampun deh! berasa bukan orang islam yang beriman. Islam doang mah banyak. hehehe.

Yang terakhir, saya sangat ingin menunaikan apa yang sudah saya niatkan. Bantulah hamba ya Allah..Semoga puasa dan ibadah tahun ini jauh lebih baik dari yang sebelum-sebelumnya. Amin.


HAPPY FASTING ALL! Mari berbuat baik sebanyak-banyaknya!!! :D


Runaprilia@Runateahouse

Rabu, 14 Juli 2010

Perfection?


With a bar of chocolate and winamp playlists are playing, I'm trying to express what has been in my mind recently, the light one, about the standard of perfection..(my version, the result of not-seriously thinking process).

Does is really exist?
Yes, It does. It differently exists before anyone's eyes. It is, because the standard of perfection is made by people itself. Let's believe to a common phrase "Nobody's perfect". God never created the creatures as perfect as the creator, God itself.

How did people make it?
People who made it, I think, realized that they are also imperfect. So, by pretending there must be something or someone is perfect out there, they would feel the energy of the perfection. Agree? Disagree? It's your choice readers, I'm just expressing my own thought. ^^v. Some people when they see or find something or someone, they would say, "Owh! It's perfect!, or he's/she's perfect!". Do they need any permission from others about it? I don't think so. Once they said it, It always be that way. They've created their own standard of perfection.

Hmm..Finding out the perfection isn't easy for some people. They might make some selections based on their view about it. They might make some comparisons to get the perfect perfect. And, I think that standard of perfection is tentative. Some say today it's perfect, tomorrow it's imperfect, the day after tomorrow it's less perfect. There might also some influences which take part in the deciding process of whether this is perfect or not. Time, the mood, knowledge which deformed into a personal view are some factors.Till now, I can't find the institution which dealing with the standard of perfection. It's different to National Standardization Board, of course.



Runaprilia@Runateahouse :)

Selasa, 06 Juli 2010

The Lyrics...


"Late nights when I stayed up late, all I do is wait and wait. You're never coming home to me. That's the hardest thing to see." All American Reject-Wind Blows.



"Then the fire fades away, but most of everyday is full of tired excuses. But it's too hard to say I wish it were simple, but we give up easily. You're close enough to see that you're the other side of the world to me. KT Tunstall-Other Side of The World.



"Kucoba hapuskan rasa, rasa dimana kau melayang jauh dari jiwaku juga mimpiku." Sheila On 7-Kita


"Lupakan saja diriku. Bila itu bisa membuatmu kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala. Caci maki saja diriku. Bila itu bisa membuatmu kembali bersinar dan berpijar seperti dulu kala. Dan...bukan maksudku...bukan inginku melukaimu sadarkan kau di sini kupun terluka melupakanmu...menepikanmu, maafkan aku...". Sheila On 7-Dan.


"Dinda apa kabar kau di sana. Lelahkah menunggu berkelana. Lelahkan menunggu kau di sana." Sheila On 7-Bertahan Disana.


"The stars lean down to kiss you, and I lie awake I miss you, pour me a heavy dose of atmosphere, cause I’ll doze off safe and soundly, but I’ll miss your arms around me. I’ll send a postcard to you dear cause I wish you were here. I’ll watch the night turn light blue but it’s not the same without you because it takes two to whisper quietly. The silence isn’t so bad, 'til I look at my hands and feel sad cause the spaces between my fingers are right where yours fit perfectly." Owl City-Vanilla Twilight.


They inspire me recently. Well, I'm just being honest, at least to myself. :). Can you see the similarity among them? Enjoy!


Runaprilia@Runateahouse

Jumat, 25 Juni 2010

Blog!!!


I'm back!

I didn't write for about a week which definitely break my wish to post everyday. Haha.

I just want to share my experience. I just read Rizki Alexa's blog which is VERY GOOD blog! even though the name is just a scrapBlog. Well, for him it probably just all about craps. For me, it's masterpiece! Look, he made everything surround him as the source of inspirations. I love when he elucidates life as something have to be clarified and worth to be learned. It's worth, indeed. I strongly agree. :) It's not just because I'm his fan. We're not gonna talk about this.

For the student of Sidney University majoring Mathematics (hopefully I'm right, hehe), his writings are beautifully written. He is mostly contemplating and questioning something that maybe just come out naturally from his bright cranium that God put on him. Haha. I think it's too much. But hey seriously, his writings are good. You'd better check them out. Oia, he also wrote several songs with the chords included. Hmm..I really wanna know when he will sing them!



Runaprilia@Runateahouse :)




Sabtu, 19 Juni 2010

Color of the Days


Saya ingin merasakan hidup yang sebenar-benarnya hidup. Saya mengutip dari salah satu status orang terdekat saya. Sebenarnya ini tidak sepenuhnya sama, saya hanya mengutipnya sebagian. Saat – saat ini walaupun Allah sama sekali tidak meninggalkan saya dan tetap memberikan rahmatNya, namun yang saya rasakan saat ini adalah kurangnya warna dalam kehidupan saya.

Menjadi mahasiswi salah satu perguruan tinggi negeri di Jakarta haruslah membuat saya begitu bersyukur atas apa yang saya miliki sekarang. Ya itu pasti. Saya sangat bersyukur. Paling tidak keinginan saya dan orang tua dapat tercapai. Hari-hari yang saya jalani bersama teman-teman sekelas yang juga berjuang dengan segenap jiwa dan raga untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan terbilang sangat sulit namun karena keteguhan akhirnya kami semua dapat melewati hari-hari tersebut dengan baik. Perlu di catat bahwa ini tidak mudah. Tapi kami melewatinya. Itu kepuasan luar biasa. Dan untuk saya pribadi itu adalah pencapaian yang sangat baik. Walaupun tidak sebaik yang lainnya mungkin. :)

Ada hari yang begitu menggembirakan sampai-sampai lupa diri, ada hari yang menuntut untuk dihadapi walaupun sangat berat, ada hari yang begitu menyesakkan sampai harus mengeluarkan air mata untuk melewatinya, ada hari yang penuh dengan sebuah pemikiran dan ide cemerlang maka lahirlah hari untuk berkarya, ada hari yang mengecewakan sampai pada akhirnya merusak rencana yang telah tersusun saat ingin memulainya, ada hari yang terbuang sia-sia karena tidak juga melakukan perubahan apapun pada diri sendiri walaupun bukan salah pribadi tapi keadaan yang memaksanya, ada hari yang mengejutkan yang walaupun rencana awal tersusun sedemikian rapi namun karena kejutan itu tidaklah apa apabila ia datang menyapa, ada hari yang penuh dengan kesengsaraan sampai kita tak bisa berbuat apa-apa kecuali berserah diri kepada Allah SWT, ada hari yang memberikan begitu banyak kesempatan untuk memilih mana yang ingin dijalani terlebih dahulu, ada hari yang membuat kita berimajinasi tentang semua cita-cita dan harapan di masa depan.

Tidakkah semua hari itu berwarna?. Jelas, tentu saja iya. Sungguh berwarna. Kita tidak punya kuasa untuk mengelaknya, karena ada programmernya. Namun kadang, karena manusia dikaruniai akal dan pikiran maka tak menutup kemungkinan akan menuntut dirinya menjadi orang yang lebih baik dengan rencana-rencana yang dibuatnya. Manusia perencana dan pelaksana namun penentunya adalah sang pencipta. Tuhan. Dalam keyakinan saya, Allah SWT.

Hidup yang sebenar-benarnya hidup bagi orang terdekat saya adalah hidup merantau. Saya setuju dengan beberapa bagian dimana mungkin kemandirian diuji, jiwa survival digunakan sepenuhnya, sifat dasar manusia yaitu bersosialisasi harus diterapkan. Tak harus merantau pun sebenarnya ketiga aspek diatas berjalan dengan sendirinya dalam kehidupan kita dan dalam situasi tertentu. Tetapi isi kepala orang berbeda-beda toh. Jadi biarkanlah ia memilih jalannya sendiri.

Bagi saya hidup yang sebenar-benarnya hidup adalah merasakan seluruh kriteria hari yang saya sebutkan diatas. Terus terang saya belum seluruhnya merasakan hari-hari tersebut. Tapi jika boleh memilih saya tidak akan mau menerima hari saya harus terluka, menangis, sedih, kecewa, sengsara. Namun itu berarti saya mengingkari keberadaan hari. Saya mengingkari apa yang telah digariskan untuk saya. Untuk sebuah masa bernama pendewasaan diri, saya rasa itu wajar. Tak hanya saya dan orang-orang terdekat saya yang merasakan, namun juga setiap orang di dunia ini. Sekalipun orang yang hidup dalam sebuah kenyamanan yang luar biasa. Tuhan maha adil. Dan adil tidak sesederhana menyamaratakan. Dulu saya berpikir sesempit itu, namun seiring berjalannya waktu, saya mengetahui bahwa keadilan adalah akan ada waktu dimana apa yang kita tanam akan kita tuai.

I WANT MY LIFE’S SO COLORFUL!!!

Dengan tidak meminta terlalu banyak, bila saya diizinkan untuk terus melalui hari-hari sampai ajal menjemput, saya ingin dikelilingi berbagai warna yang indah. Teman-teman yang selalu memberi dukungan dan semangat, orang tua yang menyayangi setulus hati tanpa pamrih dan memberikan seluruhnya yang terbaik, Allah SWT yang selalu menguatkan hambaNya pada saat yang sangat sulit sekalipun. Itu saja. Maka alangkah berwarnanya hidup saya sekarang, esok dan seterusnya.



Runaprilia@Runateahouse :D

Senin, 14 Juni 2010

It's not supposed to be like this..


Kala ketidakpastian menghampiri,maka harus ada media yang harus menerima keberadaannya.
Dan saya memilih mengungkapkannya disini.

Don't blame it on me.
I'm not the only one that should take the responsibility.
Every time I choose to let it go,i fail. Then I should take this burden.
The more that feeling comes,the harder I try to entertain myself.
Slowly but sure, something that I'm really afraid to come is coming silently.
I'm weak. The fragile thing that when you touch it, it will break into two or worse.
I can't keep this in certain place. Pathetic. Humiliating. But this is all about honesty.
Keeping this one on the track or changing the direction?.Only God knows..

Runaprilia@Runateahouse